Kesuksesan bisnis Information Technology kadang dimulai dari sesuatu sesuatu yang sederhana, dari hobi atau kemampuan membaca kebutuhan masyarakat terhadap suatau solusi. Bidang IT termasuk unik, karena banyak pebisnis dan tokoh IT lahir justru karena kekuatan karakter dan kreativitas.Hal itu diungkapkan Romi Satria Wahono (Pendiri dan Pengelola Brainmatics Cipta Informatika dan ilmukomputer.com), pada seminar nasional ‘Techno Entrepreneur’, Rabu (12/12), di Gedung Kantor Pusat Layanan Terpadu (KPLT) Lt III FT UNY. Seminar yang didukung SKH Kedaulatan Rakyat ini juga menghadirkan pembicara, Dr Sayoga (staf Menegristek RI) dan Jaeni Sahuri (praktisi bisnis online dan Pimpinan jogjawebcenter). Menurut Romi, keunggulan yang diperoleh seseorang karena pengakuan dan penghargaan publik terhadap hasil karya, produk, ide dan perjuangannya merupakan keunggulan depacto. Sebaliknya, keunggulan karena gelar kesarjanaan, sertifikasi dan pengakuan formal, disebut keunggulan dejure. Bisnis dan peluang bisa lahir dari keunggulan defacto maupun dejure, keduanya bisa saling melengkapi.

“Bill Gates, Kevin Mitnik, Steve Jobs dan William Joy, nama besar di dunia IT karena keunggulan defacto mereka. Bill Gates dan Kevin Mitnik juga memberikan bukti keunggulan defacto menjadi dominan dalam lahirnya sebuah bisnis,” ungkapnya. Kepada generasi muda yang ingin mendaki jalan hidup sebagai enterpreneur bidang IT, Romi menyarankan, sistem operasi, bahasa pemrograman, software dan teknologi hanyalah sebuah tool (alat) yang harus dikuasasi dan gunakan untuk memecahkan masalah. Tool bersifat tak kekal dan bukan ‘agama’ yang harus dianut atau difanatikkan seumur hidup. Ketergantungan terhadap sebuah tool, merupakan kebodohan. Sebab, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Sedangkan Jaeni mengatakan TI telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru. Sebuah jaringan bisnis dunia tanpa batas. Internet telah menunjang efektivitas dan efisiensi operasional perusahaan. Terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi.

Sumber KR